Tuesday, October 19, 2010

“Titian Karir Terpadu ITB 2010”

Let’s start some babbles…

Bridging the Academic and Industrial World Through ITB Career Expo 2010

by Peter Tobing

The ITB Career Expo 2010 held in Sasana Budaya Ganesha, Bandung from October 15th to 17th is one of the biggest job exhibition in Indonesia. The hype of the exhibition brings thousands of fresh university graduates and jobseekers from all over the country to gather in this annual event.

Nur (21), a fresh graduate in electrical engineering from ITB says that she is very excited with the expo as she finally could try her luck in pursuing her dream job in a multinational company. As with Nur, many other participants are very grateful for PCAD ITB for successfully collaborating with the companies and for hosting the event. “I am thankful for this career expo. This means a lot for me and my friends here. We’re just graduated from college and this kind of event acts as a bridge between the academic and the industrial world. It really helps me looking for a job easily. I hope I can start my career path soon within one of the companies in here”, says Irvan (22), one of the participant that feels glad he can attend and get involved in the Career Expo vibe.

This year’s Career Expo showcases more than 50 top companies profile in Indonesia. Most of them are engineering based company, ranging from oil & gas, mining, plantation, telecommunications, IT , banking, manufacturing industries, media, and consulting industries. Each company showcases their company profile and announces available job vacancies in their booth, with a cv drop box for easy job application. Jobseeker may directly submit their résumé to the box or via online application.

Company X, one of the top oil & gas company has been the top favorited company for years. As with preceding years, the queuing line in X’s stand has never been short. Jobseekers & university graduates seem to show high interest in working in the company. “The salary here is the highest paid from all other companies they say. And with so many jobseekers coming nationwide, competitions are going to be tough”, tells Herman (24), while standing in line for application.

Naya, Bunz, Manto, pinjem nama lo2 pada ya buat di artikel geje ini.. hehe.. To the rest of Geng Kampung-ers yg blom dapet kerjaan (hefri, agi, gue, naya, manto, bunz), mudah2an cepet dapet, & semoga kita bisa jadi berkah dimanapun kita nanti bekerja.. Amin.

Finding a Job

I’ve made a final decision that instead of continuing my study to a master degree, I am going to find a job first. Period. Sure it’s nice to have an even higher degree, a Master degree overseas, what kind of typical Indonesian student doesn’t want it? But I’ve come into a comfort settlement to not rushing into the – what I can think about it at the moment – unclear state of being prestigious by extending your last name with embel2 MT or MBA.

*righttt… I just haven’t found yet the true meaning of obtaining a master degree other than getting a slightly higher job position with a slightly higher paycheck. And, to be honest, I am somewhat quite tired of another years of study. 16 years of study, study, and study. I want to do something else! At least, that’s all I can think about it right now. What is the true meaning of a master degree anyway? I hope I’ll find it out someday*

This October, right before my graduation, there is this ITB Job Fair, held for 3 days. I of course don’t want to waste my chances of getting a job. So I printed like 10 résumés and was spamming like every company’s booth back there. LOL. I Look like a desperate jobseeker. A bad one.

Among all of the companies I applied to – most of them are technology based  companies – I nyelenehly applied to an unpredictable position at a company which seems totally unrelated with my background degree: A reporter for a local English newspaper. Why nyeleneh? Because most people would think why would an engineer, from a so-called top university, with a not too bad GPA, and some good technical experience get into journalistic world? What about those crazy 4 hard-working years?

Ah.. Screw you people. I can do anything I want. Who knows what future holds? Besides, those job applications are still on process, I don’t know which will be the one.

Bismillah.

Wednesday, September 22, 2010

Sidang Tugas Akhir

Semalaman saya susah tidur. Jantung berdegup kencang, pikiran kemana-mana, berkeringat dingin, dan gejala-gejala sidang lainnya sepertinya lengkap dan memuncak pada malam H-1 sidang kemarin. Tadi malam, saya tak henti-hentinya berusaha memasrahkan diri kepada Tuhan. Berdoa. Khusyuk. Akhirnya bisa tertidur juga walau mungkin cuma 3-4 jam?

Dengan bantuan alarm hp, saya bisa bangun jam 05.00 tepat subuh tadi. Mama juga sudah saya minta tolong malam sebelumnya untuk membangunkan pagi-pagi sekali via telepon. Tentunya tidur saya tidak pulas, mengingat tidur hanya sebentar, sehingga badan saya masih terasa pegal-pegal dan tidak sepenuhnya segar. Tetapi, begitu bangun tidur pikiran saya langsung teringat, "Ini Hari-H!", adrenalin pun muncul lagi.

Saya mandi. Berpakaian rapih, memakai kostum sidang lengkap. Sarapan. Kemudian bersiap-siap berangkat ke kampus. Semua keperluan sidang sudah saya persiapkan malam sebelumnya: dua buah laptop beserta charger untuk presentasi dan demo, backup slide presentasi di flash drive, handout slide presentasi, satu salinan draft TA yang selama ini saya gunakan, sebotol minum, satu box tissue (berguna sekali kalau anda suka berkeringat dingin kalau grogi!), dan tidak lupa kamera digital :)

Jam 07.15 saya tiba di lab radar. Ternyata cuma ada Ilma, sahabat saya yang ingin menonton sidang TA saya. Para staff lab radar belum ada yang datang! Untungnya ruangan sidang saya tidak dikunci sehingga saya bisa masuk dan memasang laptop untuk presentasi, serta membiasakan diri dengan ruangan tersebut. Beberapa saat kemudian, Pak Kus datang dan membawakan projector. Saya langsung memasang dan mengatur projector tersebut. Selanjutnya saya masih sempat latihan sidang sebentar, disaksikan oleh Ilma dan Ai. Untunglah penontong sidang TA saya tidak banyak, mengingat banyak teman saya lainnya sedang sibuk dengan deadline draft TA untuk besok, sementara beberapa teman lainnya terlalu enggan untuk bangun jam 7 pagi untuk melihat saya sidang. Hehe.. Tetapi saya merasa lebih nyaman dengan kondisi penonton sedikit tersebut.

Sekitar jam 08.15 para dosen penguji dan dosen pembimbing saya telah berada di ruang sidang. Sidang pun siap dimulai. Format sidang di jurusan saya dibagi ke dalam tiga sesi: (1) 15 - 20 menit presentasi TA, (2) 60 - 90 menit sesi tanya jawab dengan para dosen penguji, dan (3) +- 5 menit sesi rapat pleno para dosen penguji untuk menentukan hasil sidang TA.

Pada sesi pertama, saya diberi kesempatan membawakan presentasi laporan TA saya. Menurut Ai dan Ilma, presentasi saya di waktu sidang jauh lebih baik pada saat latihan dengan mereka. Syukurlah. Selama ini saya berdoa agar saya dapat menyampaikan presentasi TA dengan tenang, menggunakan bahasa baku yang baik, dan tidak terburu-buru. Selain itu, menurut teman-teman saya juga, slide presentasi saya juga bagus. :) Saya pun mengakui, saya suka dengan desain dan tema yang saya gunakan pada slide presentasi saya. Saya membuat desain slide ini sendiri, dengan mengambil gambar latar belakang dari internet tentunya, ditambah dengan sedikit keahlian photoshop amatir. :D Berikut ini beberapa contohnya.

image image imageimage 

Setelah saya menyampaikan presentasi, sesi selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Menurut beberapa pengalaman teman, sesi ini paling sulit dan menegangkan - tidak jarang  ada dosen penguji yang 'membantai' mahasiswa dengan berondongan pertanyaan dan argumen fatal!  Lagi, saya berdoa agar saya dapat mengerti dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para dosen penguji dengan baik, tidak nyolot dan ngeyel (karena - jujur - saya mungkin salah satu orang paling nyolot yang pernah anda temui), serta bisa menerima kritik dan masukkan dari para dosen dengan terbuka. Dan syukurlah, sesi tanya jawab yang saya alami tadi ternyata tidak sebegitu menegangkan seperti yang diceritakan orang-orang. Para dosen penguji cukup ramah, dan sering berkelakar, suasananya santai, pertanyaan-pertanyaan para dosen bisa saya jawab dengan baik. Menurut saya, sesi tanya jawab tadi lebih mengarah kepada bentuk diskusi yang bertujuan untuk eksplorasi ilmu pengetahuan dan pengembangan kemajuan teknologi, alih-alih berbentuk sidang penghakiman 3 lawan 1. Sesi tanya jawab ini juga ternyata tidak terlalu lama, hanya 1 jam! Durasi ini boleh dikatakan cukup singkat untuk sebuah sesi tanya jawab sidang TA.

Sesi terakhir adalah rapat pleno para dosen penguji untuk menentukan nilai akhir sidang TA saya. Para dosen berdiskusi dan mengambil keputusan selama kurang lebih 5 menit. Setelah itu, hasilnya diumumkan kepada saya.

Saya, Peter Hamonangan L. Tobing - 13206092, dinyatakan lulus, dengan nilai sidang TA Baik Sekali, atau - saya lebih suka mengatakannya - A! :D

Saya merasa gembira dan bersyukur sekali hari ini. Akhirnya kuliah selama 4 tahun usai juga. TA - yang begitu banyak menyita waktu, pikiran, hati, emosi, tenaga, kesehatan, dan keuangan saya selama setahun belakangan ini - akhirnya memberikan hasil yang sangat memuaskan. Hari ini indah sekali =')

100_2136 bunz, gue, ai, ilma – setelah sidang

Thanks God, thanks everyone! (mama, papa, uli, baby, pak hendrawan, pak adit, pak tutun, pak iskandar, bunz, ilma, ai, oryza, dito, jeffrey, giri, rara, hefri, yuris, wayan, naya, roy, ananto, dita, ling2, frida, hermanto, firman, anggita, hana, shendi, totz, shiddiq, mbasus, gandhi, mey, marie, febria, trias, tante mirna, tante ina, tulang leo, tulang & nantulang didot, ari, uda mulya, amang tua, namboru & amangboru, semua yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu) GBU all!

Monday, August 16, 2010

UML are so..

GAY  ridiculous

real programmer use code/pseudo code/flowchart to understand. period.

Friday, August 13, 2010

aku bak sang surya?

 

You are The Sun

Happiness, Content, Joy.

The meanings for the Sun are fairly simple and consistent.

Young, healthy, new, fresh. The brain is working, things that were muddled come clear, everything falls into place, and everything seems to go your way.

The Sun is ruled by the Sun, of course. This is the light that comes after the long dark night, Apollo to the Moon's Diana. A positive card, it promises you your day in the sun. Glory, gain, triumph, pleasure, truth, success. As the moon symbolized inspiration from the unconscious, from dreams, this card symbolizes discoveries made fully consciousness and wide awake. You have an understanding and enjoyment of science and math, beautifully constructed music, carefully reasoned philosophy. It is a card of intellect, clarity of mind, and feelings of youthful energy.

What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.

iseng-iseng kuis tarot. cukup akurat, tapi kayaknya emang semua kuis2 begini yang dimasukin yang baik2 deh –_-!! what are u?

Friday, July 23, 2010

Lari pete!!

26 Agustus

adalah deadline pengumpulan draft. Minggu depan musti presentasi TA dulu ke pembimbing + sebagian draft. Semoga sukses.

Bismillah.

Sunday, July 11, 2010

C.I.N.T.A – d’Bagindaz

Berapa kali ku harus katakan cinta
berapa lama ku harus menunggumu
Diujung gelisah ini aku
tak sedetikpun tak ingat kamu
namun dirimu masih begitu
acuhkanku tak mau tahu
(*)
Luka, luka, luka yang kurasakan
bertubi, tubi, tubi engkau berikan
cinta ku bertepuk sebelah tangan
tapi aku balas senyum keindahan

Reff :
Bertahan satu cinta, bertahan satu C.I.N.T.A
bertahan satu cinta, bertahan satu C.I.N.T.A
Pernahkah engkau sejenak mengingat aku,
pernahkah ingat walau seperti angin berlalu
Disetiap malam kini aku
tak sedetikpun tak ingat kamu
namun dirimu masih begitu
acuhkanku, tak mau tahu
back to : (*), Reff, (*) , Reff (2x)

lirik dari sini

Pertama kali denger lagu ini waktu di carrefour. Trus nyangkut sampe sekarang. Trus suka. :p Menurut saya lagunya bagus, simpel, catchy. Tetapi banyak juga yang ga suka lagu ini. Liat aja komentar2 di youtube, tidak sedikit yang mencaci maki (ada yg mengganti lirik “ce-i-en-te-a” dengan “te-i-en-je-a” dong), ada yg bilang nama bandnya ga banget, penyanyinya bindeng, mellow2 najis, alay, mencoreng citra musik indonesia, dsb. Publik emang kejam yah?.

Band-band melayu emang berjamuran. Emang sih, kalo kebanyakan lama-lama orang bosan. Tapi ini masalah selera aja toh? Ada yang demen, ada yg ga. Kalau ada yang bagus dan kita suka, why not?

*yay di blog gue ada satu postingan tentang band melayu!!*

Technorati Tags: ,,

Tuesday, June 29, 2010

Tuesday, June 22, 2010

Ranah dan Wacana

Judul postingan di atas mungkin terdengar aneh. Apa sih maksudnya?

“Ranah” dan “Wacana” adalah dua kata-kata favorit saya saat ini :). Itu saja. Hehe. Entah kenapa, akhir-akhir ini saya senang sekali menggunakan kata-kata tersebut dalam berbagai ranah.. Ups.. Sampai-sampai saya merasa bahwa saya telah berlebihan menggunakan dua kata-kata tersebut serta tidak pada tempatnya. Contoh:

RANAH
“Gosip ini jangan sampai bocor ke ranah publik yah!”
”Teman saya gemar berdiskusi tentang kemajuan bangsa dalam ranah teknologi”
”Hati-hati dalam menyimpan informasi pribadi di ranah dunia maya”
Ranah, papa mana?”
Ranah air ku tidak kulupakan”
Ranah di ranah anak kambing saya…”
”Aku lagi ranah sama kamu. Kamu ngeselin”

WACANA
“Ke Ciwalk yuk! Karaokean kita” “Ah, paling wacana doang”
”Apa kabar wacana beres-beres lab?”
”Geng omdo sekali lagi sukses membuat wacana sekedar wacana belaka”
”Geng omdo adalah cikal bakal berdirinya PT. Wacana Abadi yang menjual omongan semata”
”Bikin wacana ke Bali yok!” “Wacana doang kan? Tuh si X jagonya”

Haha.. Postingan yang aneh. Eh, tetapi saya jadi ingat bahwa sebenarnya dari dulu yang namanya catchphrase selalu ada dan terus berkembang dari jaman ke jaman. Beberapa yang populer antara lain (seingat saya):

Please deh!”
”Ya iya lah, masa ya iya dong. Rihanna aja umbrella ella ella, masa umbredong edong edong”
So what gitu loh
Au ah gelap!”
Emang gue pikirin!
dsb

Btw, tepat ga sih kalimat-kalimat di atas disebut sebagai catchphrase? Ah, terserah lah..

Ngomong-ngomong, catchphrase yang lagi “in” apa ya? Hehe maklum sudah lama tidak berkecimpung dalam ranah pergaulan anak muda *halah*

Susah Konsentrasi

Pekerjaan saya akhir-akhir ini banyak menggunakan komputer. Membaca paper, menulis, coding, dsb. Padahal sebenarnya saya tidak terlalu suka bekerja terus menerus di depan komputer. Mata saya cepat sekali lelah. Apalagi saya harus memakai kacamata apabila bekerja di depan komputer.

Hal lain yang membuat saya tidak begitu senang bekerja di depan komputer adalah susahnya berkonsentrasi. Ya, belakangan ini begitu banyaknya godaan yang ada di komputer saya (game, film, BROWSING, etc).

Beberapa teman saya tampaknya mudah sekali mengatasi godaan-godaan media digital ini (apa sih tipsnya?). Tetapi apalah saya ini, manusia lemah yang sering terjerumus ke dalam jurang godaan. Kalau lagi stuck dengan pekerjaan, pikiran saya seringkali buyar, saya malah bermain-main game, iseng-iseng buka ini itu. Saya baru bisa fokus lagi beberapa waktu (bisa beberapa jam) setelahnya, tetapi itupun masih dalam keadaan stuck, walhasil saya malah kembali ngalor-ngidul. Padahal saya tahu saya harus dengan segera menyelesaikan kerjaan-kerjaan tsb.

Pekerjaan yang paling membutuhkan konsentrasi menurut saya adalah membaca dan memahami materi di depan komputer. Terutama apabila materi bacaannya tidak menarik sulit. Misalnya memahami cara kerja suatu algoritma, memahami prosedur, mempelajari syntax-syntax pemrograman, dsb. Kalau materinya seperti itu, saya butuh waktu lama untuk memahaminya, dan dalam proses memahami itu saya malah jadi sering ngalor ngidul melakukan hal-hal lain, alih-alih memusatkan perhatian. Sebenarnya tidak hanya membaca dan memahami materi, menulis dan “berkarya” (coding, membuat analisis, menulis laporan, ber-engineer ria, dsb) pun seperti itu.

Kalau sudah kelamaan stuck saya memutuskan untuk beristirahat, berdoa sungguh-sungguh. Lalu, saya memutuskan untuk sebisa mungkin mengerjakan semuanya tidak menggunakan komputer. Jadi, materi yang susah saya mengerti, saya print terlebih dahulu; menulis saya lakukan di atas buku tulis, hal-hal seperti itu. Dengan demikian, resiko terjerumus godaan berbagai macam hiburan di komputer bisa ditekan. Selain itu, membaca bacaan dari kertas (printed paper) lebih ramah-mata (eye friendly?) daripada menggunakan monitor komputer. Walhasil, saya lebih mudah berkonsentrasi. Sayangnya, hal ini boros kertas, sekalipun kertas recycle :( . Tetapi apa boleh buat. Saya musti bisa berkonsentrasi. Maafkan saya ibu alam (mother nature?).

Susah nih. Boleh dibilang saya seorang yang computer literate, tetapi saya lebih memilih untuk bekerja sesedikit mungkin di depan komputer.